Hubungan Antar Pasangan Adalah Hubungan yang Bersahabat, Bukan Hubungan Hamba-Tuan

Hamba-tuan.

Kata ini lebih saya tekankan pada arah hubungan antar pasangan kekasih ya, bukan kepada majikan dan pembantu. Hehehe. 

Hubungan hamba-tuan. 
Mengapa saya mengatakan hal ini? 
Jawabannya ialah karena saya muak melihat teman-teman wanita saya dijajah oleh pacar mereka.
Hubungan mereka bukanlah hubungan yang sehat dalam arti persahabatan, melainkan hubungan hamba-tuan.

Miris sekali.

Hal ini terjadi pada sahabat saya sendiri. Namanya Elsi. Nama yang cantik, secantik orangnya. Sayang, kehidupan percintaannya tidak berjalan mulus setelah ia menemui Efen, kekasihnya sekarang. Dulu Efen bersikap baik padanya. Entah mengapa sekarang berubah 360 derajat. Efen kadang baik, kadang menjadi sangat kasar padanya.

Kalau Elsi bersalah sedikit saja pastilah Efen mengungkit masa lalu Elsi. Kadang dia menghajar Elsi sampai menangis. Saya kasihan ketika ia bercurhat. Saya mendengarnya dan memberi saran agar memutuskan tali hubungannya dengan laki-laki itu. Akan tetapi Efen masih saja mengejar-ngejarnya dan masih mengharapkan cinta dari Elsi.

Saya sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. Maka Elsi pun akhirnya memilih diam. Diam dalam kebenaran maupun kesalahan.
Masa pacaran mereka banyak dibumbui tangisan. Elsi dipukul. Kadang dirayu demi memuaskan hasratnya. Efen ini penyayang. Hanya saja suka memerintah. Ada maunya dulu baru pergi menemui Elsi.
Suatu ketika Elsi pun hamil. Tapi dipaksa menggugurkan kandungannya yang baru memasuki bulan kedua.
Saya pun menangis mendengar kandungannya gugur. Katanya, Efen belum siap berumah tangga.

Mereka yang menjalani hubungan, tapi saya yang stres.
Saya stres karena Efen tidak bisa lepas dari Elsi. Apa perlu cari dukun, yooooo. Hehehe.

Ya sudahlah. Itu hubungan mereka. Saya berharap mereka berdua putus hubungan.


Hubungan mereka tidak dilandasi dengan iman dan cinta. Tapi dilandasi dengan nafsu semata, dimana sang pria dominan memerintah, dan sang wanita lebih memilih menuruti saja.
Apa tidak gila seperti itu.
Dari latar belakang cerita saya di atas, saya menamakan hubungan mereka hubungan hamba-tuan.
Karena hubungan mereka bukanlah hubungan persahabatan.

Hubungan mereka bisa menyiksa batin satu sama lain.

Hindari hubungan seperti ini.

Sebaiknya jika sudah memiliki pasangan, cobalah untuk membuat hubungan kalian terarah ke hubungan yang sehat. Hubungan yang sehat ialah hubungan yang menggunakan pertimbangan-pertimbangan empiris. Kalian tidak saja memiliki ikatan hati yang kuat, tetapi juga menggunakan akal sehat.
Kalau sudah mengutamakan akal sehat, yakinlah bahwa hubungan tersebut bakal awet. Hehehe.

Yihaaaa... Untuk selengkapnya kalian bisa baca pada link ini  https://www.hipwee.com/hubungan/tanda-bahwa-kamu-ada-di-hubungan-cinta-yang-sehat/



Komentar

  1. Semoga masalahnya teratasi ya... kasihan juga hiks :(

    BalasHapus
  2. Benar hubungan interpersonal antara pasangan adalah sebuah hubungan kasih sayang, bukan memerintah ala bos yang oleh penulis disebut hamba tuan. menarik sekali refleksi ini.

    Tetap semangat dalam menulis, tidak sabar menunggu tulisan berikutnya.. salam sukses selalu teman..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...benar om..hamba tuan..hihihi

      Hapus

Posting Komentar